محافظة على قديم الصالح والاخذ على جديد الاصلح

Menelaah Kitab-kitab Karangan Orang Kafir

Menelaah Kitab-kitab Karangan Orang Kafir

S. Bagaimana hukum menelaah kitab-kitab karangan orang Kristen, seperti Munjid dan lain sebagainya, apakah haram atau tidak? (Jepara)
J. Tidak boleh menelaah kitab-kitab karangan bukan orang Islam, kecuali bagi orang yang mengerti dan dapat membedakan haq dan bathil.

Keterangan: dari kitab:

1. Mukhtashor Al-Fawaid Al-Makkiyah

قال في الفتاوي الحديثية لا يجوز قراءة سيرة البكري لأن غالبها باطل وكذب وقد اختلط فحرم الكل حيث لا مميز اھ ومن ذلك تعلم حرمة قراءة نزهة المجالس ونحوها مما اختلط الباطل فيه بغيره حيث لا مميز إلى أن قال في التحفة يحرم على غير عالم متبحر مطالعة نحو التوراة علم تبديلها أو شك فيه. اھ

Dalam Al-Fatawa Al-Haditsiyah Ibn Hajar Al-Haitami berkata: “Tidak boleh membaca buku Sirah Al-Bakri karena sebagian besar isinya merupakan kebatilan dan kebohongan yang bercampur aduk, maka keseluruhannya menjadi haram sekira tidak terdapat perbedaan (antara yang batil dan yang haq). Dengan demikian dapat diketahui keharaman membaca Nuzhah Al-Majalis dan semisalnya dari buku-buku yang di dalamnya termuat kebatilan yang bercampur aduk dengan lainnya sekira tidak terdapat perbedaan,…” Dalam Tuhfah Al-Muhtaj beliau berkata: “Bagi selain orang yang berpengetahuan luas diharamkan membaca seperti Taurat, yang sudah diketahui atau diragukan terdistorsi (terubah)

Wallahu A’lamu Bish-showaab
____________________
1. Alawi As-Saqqaf, Mukhtashor Al-Fawaid Al-Makkiyah, (Mesir: Musthafa Al-Halabi, t.th.), h. 102-103.
Nahdlatul Ulama, Ahkamul Fuqaha’ fi Muqarrarati Mu’tamarati Nahdlatil ‘Ulama, (Surabaya: Khalista, 2011), h. 149.

0 komentar :

Poskan Komentar

Silahkan disebarluaskan asal tetap menyertakan link sumbernya.

Daftar Isi * Facebook * Twitter * Google