محافظة على قديم الصالح والاخذ على جديد الاصلح
Tampilkan postingan dengan label Pena Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pena Sahabat. Tampilkan semua postingan

Rindu Hujan


Rindu Hujan
 
Pertemuan, perpisahan, semua yang ada di dunia ini DIA-lah Sutradaranya, yang mementukan siapa saja pemainnya. Hanya saja begaimana kita memahami apa yang Allah berikan itu untuk kita.

Kebahagian itu ada karena kita pernah merasakan sakit, ketakutan dan penderitaan. Itulah hidup, ada sebab ada akibat. Kali ini aku memaknainya sebab akibat. Sampai akhirnya aku menemukan sampan di tengah lautan. Andai Allah tak pernah mengirimkan ku ke tengah gulungan ombak di lautan, aku tak pernah bertemu sampan itu. Sesuatu yang sangat aku syukuri saat ini. Skenario kehidupan yang tak pernah terduga.

Kenapa juga Allah mengirimiku sampan, bukan kapal layar atau titanic…hehe. Yang terlihat kokoh. Tapi kan itu kelihatannya. Mungkin saja sampan itu adalah jelmaan kapal yang setiap orang ingin di selamatkan!! Sampai sekarang itu tetap menjadi rahasia mutlak-NYA.

Sampan itu mengejarkanku bahwa segala sesuatu itu harus tulus, jangan pernah mengharap balasan, sama halnya ketika kita menyayangi seseorang dengan sepenuh hati namun tidak demikian dengan orang yang kita sayangi. Biarlah dia pergi karena jika dia tetap disampingmu itu bukan ketulusan tapi kebutuhannya. Jadi biarlah dia bahagia dengan pilihannya…

Tentang keikhlasan, disaat seseorang sedang menyakiti kita jangan pernah membencinya, atau berusahalah memaafkannya. Karena kebaikan tidak boleh bercampur dengan keburukan.

Akhirnya aku sadar Allah sangat menyanyangiku dengan caranya, karena aku menyanyangi Ibu, Ayah dan Adikku.

(Tanpa ku sadari banyak orang yang menyanyangiku :12-12-2012)

Wallahu A'lamu Bish-showaab

2 Hal Sisi Penting Dalam Proses Belajar

2 Hal Sisi Penting Dalam Proses Belajar

Oleh: Abdul Qodir Al-Busthomi

2 hal ini merupakan sisi penting dalam proses belajar. Konon, Imam An-Nawawi pernah dawuh:

الْحِفْظُ قَبْلَ الْفَهْمِ أَنْفَعُ مِنَ الْفَهْمِ قَبْلَ الْحِفْظِ

"Menghafal sebelum memaham lebih berguna daripada memaham sebelum menghafal".

Setidaknya, ada 2 alasan yang mendasari pendapat ini.

1. Hafalan merupakan batas terjauh kemampuan setiap orang, sedangkan kefahaman terkadang hanya dimiliki beberapa orang saja. Ini karena, sebuah hafalan bisa dicapai dengan usaha pengulangan dengan intensitas tertentu. Seseorang akan bisa hafal, asalkan dia mau banyak mengulang, serta berusaha merekamnya dalam memori ingatan. Sedangkan kefahaman, akan mentok dalam batas tertentu meski diulang-diulang atau dipaksa-paksa. Seakan-akan kefahaman merupakan semacam hidayah atau ilham yang turun "tiba-tiba".

2. Hafalan merupakan inti pengetahuan. Betapapun dalam kefahaman seseorang, tetapi tanpa diikat oleh sebuah hafalan, kefahaman tersebut seakan sia-sia belaka.

Ada sebuah kisah, konon Imam Al-Ghozali saat pulang dari mondok, dengan membawa buntalan pakaian dan sejumlah kitab, dihadang oleh seorang perampok. Beliau dipaksa untuk menyerahkan semua barang, termasuk kitab-kitab selama sang Imam mondok. Dengan berat hati Imam Al-Ghozali memohon si perampok agar tidak mengambil kitab-kitab tersebut, serta mempersilakan mengambil semua harta miliknya.
"Ku mohon, jangan ambil kitab-kitabku, karena itu adalah hasil belajarku selama bertahun-tahun", pinta Imam Al-Ghozali.
"Ha.. ternyata ilmumu hanya sebatas kitab-kitabmu saja. Jika kitab-kitabmu dirampas orang, maka hilang pula ilmumu", jawab si perampok.

Seketika Imam Al-Ghozali menyadari bahwa pengembaraannya mencari ilmu belum sepenuhnya usai, karena ilmu-ilmu yang dia dapat baru sebatas tulisan-tulisan dalam kitab. Beliau menyadari, bahwa yang dikatakan si perampok tadi bukanlah inisiatifnya, melainkan petunjuk dari Allah yang disampaikan melalui perantara orang jalanan itu.

Wallahu A'lamu Bish-showaab

Pikiran Negatif Ternyata Tidak Baik Bagi Kesehatan


1st
MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.

2nd
DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).

3rd
Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

4th
Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

5th
Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

6th
Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

7th
Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8th
Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9th
Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

10th
Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

12th
Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

13th
Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

14th
Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

# Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi karena dengan bersyukur, maka HATI ini menjadi BERGEMBIRA & menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh untuk mengusir segala penyakit tersebut di atas.

Wallahu A'lamu Bish-showaab

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru Emoto)

Jika Seperti Ini...Meh Sombong Piye Jaaaallllll....???

Jika Seperti Ini...Meh Sombong Piye Jaaaallllll....???

Oleh: Laskar Ki-Ageng Kendil

Sesungguhnya mayat di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.
Malam Pertama
Di kuburan pembusukan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman.

Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.
Malam Kedua
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.
Hari Ketiga
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.
Seminggu Setelahnya
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.
Setelah 10 hari
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa.
Setelah 2 Minggu
Rambut mulai rontok
Setelah 15 Hari
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya
Setelah 6 Bulan
Yang tersisa hanya rangka tulang saja.
Setelah 25 Tahun 
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat. 

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan.

Wallahu A'lamu Bish-showaab

Ndongeng Cinta

Ndongeng Cinta

Oleh: Laskar Ki-Ageng Kendil
 
Cinta begitu dalam, begitu tinggi, begitu luas, begitu sempit, begitu dekat sekaligus begitu jauh. Cinta hanya bisa tergapai oleh hati, dimana mata tak dapat menjangkaunya, sedekat apapun cinta. Hanya dengan hati, cinta sejauh apapun mudah terengkuh. Insya Allah....

Ta'rif Cinta juga bisa menjadi beragam warna, ta'rifnya menyesuaikan anashir yang mempengaruhi kejiwaan seseorang yang terkena panah "cinta".


Beribu-ribu, bahkan berjuta-juta manusia mendefinisikan makna cinta secara berbeda, namun hakikat cinta adalah "Hati yang bisa melepas rasa sakit dan kecewa, dimana ia melihat pengorbanan bukan sebagai sesuatu yang menyakitkan namun sebagai pengabdian".

Lebih "dalam lagi", cinta tak kenal rasa sakit dan kecewa, jika hati masih merasakan sakit dan kecewa, maka dialah "pecinta pura-pura" atau belum bisa disebut "pecinta sejati". Cinta tak butuh "balance", tak butuh keseimbangan antara memberi dan menerima, hakikat cinta hanyalah memberi kepada yang kita cintai. Cinta itu tak perlu terbalaskan dengan sesuatu yang sepadan. Cinta cukup dengan cinta itu sendiri.

Bahasa cinta adalah bahasa Universal, (sudah sering aku katakan mengenai hal ini), sumbernya satu dan mempunyai ribuan bahkan jutaan cabang "Cinta", namun demikian "Cinta" tetaplah mampu dan bisa mewujudkan maknanya dan bertahta di hati  para pecinta, kapanpun, di hati siapapun dan tanpa alasan apapun, kecuali "Cinta".

Kenapa orang yang mencintai seseorang dan seseorang yang dicintai itu menolak cintanya, atau pasangannya selingkuh dengan orang lain kok bisa sakit hati dan kecewa? Dia Bukanlah "Pecinta" karena masih menyisakan "keinginan" dari hasil cintanya, maka ia menjadi sakit dan kecewa. Mencintai karena ingin dicintai, menyayangi karena ingin disayangi, memberi karena ingin diberi. Cinta yang terbalut berbagai keinginan akan berahir dengan derai air mata ketidak ikhlasan rasa.

(angel kaaaan....!! Nyong bae gemiyen nganti "klenger"....)

Warkudoro

Warkudoro

Oleh : Laskar Ki-Ageng Kendil


Warkudoro, panegak pandowo, simbol dari sholat 5 waktu. 

Warkudoro: "warka'uu" podo rukuk sopo siro kabeh- "dauron" hale langgeng, sholatlah 5 waktu secara kontinyu, jangan sampai tidak kamu lakukan.

Wakodoro "gagah gedhi duwur" karena sholat adalah "tiang agama".

Warkudoro punya senjata kuku poco noko-dari kata "Quu-Quu" jogoho-jogoho, ponco: ing 5, naqo ing kesucian, jagalah 5 waktu yang suci.

Kenapa warkudoro dihadapan siapa saja tidak bisa duduk?
karena sholat tidak memandang keadaan apapun, tetap harus di tegakkan.

Kenapa warkudoro tidak bisa "boso" walaupun di hadapan raja sekalipun?
Karena sholat hanya menggunakan satu bahasa yaitu bahasa arab.

Makna yang lain kenapa tidak bisa "boso"- itulah simbol bagi manusia yang hanya menyembah sekedar gerak materi, belum menyentuk hakikat sholat, sholat terus tapi maksiyat lancar, sholat tapi mudah menyalahkan dan mengkafirkan sesama muslim, lain halnya ketika warkudoro menyelam ke dalam lautan kemudian bertemu dengan dewa ruci, ia bisa "boso"-maknanya, itulah yang di maksud "innashsholata tan-ha 'anilfhsya-i wal munkar", sholat yang sudah sampai pada hakikat keimanan.

Warkudoro punya kelemahan yaitu di pahanya, maknanya seorang ahli ibadah dicoba dengan apapun mungkin bisa, tapi apabila di coba dengan paha wanita jarang yang bisa, banyak ahli ibadah tergelincir cuma pengaruh istri atau wanita-wanita lain yang ada disekitarnya.

Wallahu A'lamu Bish-showaab